Kementerian PUPR Terus Dorong Ekspor Jasa Konstruksi

68
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, berfoto bersama delegasi Namibia.

JAKARTA (Lumennews.id) – Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi nasional mendorong peningkatan ekspor Indonesia melalui ekspor jasa konstruksi. Industri jasa konstruksi Indonesia yang dimotori oleh BUMN Karya terus mengembangkan pasar ke luar negeri.

Kemampuan perusahaan konstruksi nasional dalam mengerjakan proyek infrastruktur telah mendapat pengakuan dari negara-negara lain. Kerjasama di sektor konstruksi menjadi salah satu bahasan kunjungan delegasi Namibia ke Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada delegasi Namibia saat melakukan pertemuan di kantor PT. Wijaya Karya (WIKA) mengatakan, PT. WIKA merupakan BUMN yang paling ekpansif melakukan ekspor  jasa konstruksi ke luar negeri.

“Keputusan Namibia untuk melibatkan PT. WIKA membangun infrastruktur disana adalah benar. Dalam hal manajerial, PT WIKA memiliki standar operasi yang bagus, baik dari segi keamanan maupun kualitas, karena salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia,” terangnya.

Direktur Utama PT. WIKA Tumiyana, mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan untuk memilih proyek-proyek yang akan dikerjakan. PT. WIKA pun akan segera mengirim tim ke Namibia untuk menindaklanjuti pertemuan hari ini untuk mendetailkan proyek-proyek yang ditawarkan oleh negara tersebut.

Selain PT. WIKA, BUMN Karya lainnya yang telah mengerjakan proyek di luar negeri yakni PT. Waskita Karya, PT. PP, PT. Brantas Abipraya, PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya. Jumlah ekspor jasa konstruksi Indonesia pada Agustus 2017 tercatat sebesar Rp 568,4 atau meningkat dibanding ekspor tahun 2016 sebesar Rp 282 miliar. (eng)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here