Beras Kemasan Sachet Diminati Konsumen di Palu

49

PALU (Lumennews.id) – Warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyambut positif kehadiran beras kemasan sachet 200 gram. Beras tersebut dijual dengan harga Rp 2.500 per sachet. Beras ini diproduksi Perum Bulog dan kini dijual di pasaran dan banyak diminati konsumen.

Kepala Bulog Sulteng, Khozin yang dihubungi di Palu, Jumat (7/9) mengatakan beras kemasan khusus yang baru diluncurkan Bulog beberapa waktu lalu cukup laris dijual. Namun, kata dia, pemasaran beras sachettersebut di Sulteng baru diujicoba di Kota Palu. “Kami belum melempar ke kabupaten-kabupaten. Tapi ke depan nanti beras itu juga akan hadir di setiap daerah di wilayah Sulteng,” katanya.

Di Kota Palu, beras sachet baru dipasarkan melalui sahabat rumah pangan kita (RPK). Tetapi ke depan ini, Bulog akan menjualnya di kios-kios pengecer. “Saya yakin masyarakat akan banyak yang membeli beras sachet, sebab harganya dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, beras sachet lebih mudah dijangkau dan praktis. Hanya dengan Rp 2.500, sudah bisa membeli beras. Kalau harga beras paling murah di pasar saat ini adalah Rp 9.000/kg. Lagi pula beras yang dijual di pasaran tidak ada yang membeli hanya setengah kilogram.

Hal itu berbeda dengan beras sachet, yang bisa dibeli dalam kemasan satu bungkus (200 gram). Karena itu, masyarakat paling banyak yang membeli beras sachet. Khozin menjelaskan Bulog sengaja mengemas beras sachetagar mudah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Markus, salah seorang pemilik RPK di Palu membenarkan beras sachet cukup diminati masyarakat. Beras sachet cepat laku dan konsumen paling banyak adalah mereka yang tinggal di rumah kost. Rata-rata yang tinggal di kost adalah pelajar, mahasiswa dari luar dan juga karyawan toko, mal, swalayan, restoran dan hotel. Selain beras sachet, RPK juga menjual gula pasir dan minyak goreng yang didistribusikan Perum Bulog. (Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here