Di Lombok 23 Panti Rusak, Satu Anak Panti Diperkosa

73
Ilustrasi stop kekerasan terhadap anak. (ist)

LOMBOK (Lumennews.id) – Kondisi memprihatinkan datang dari Lombok, dari 40 Panti yang terlaporkan rusak sudah 23 terverifikasi. Pemerintah sampai saat ini masih fokus pada recovery dan rekonstruksi, namun Panti serasa ditinggalkan. Panti saat ini baru masuk pendataan. Dan sangat telat, karena sudah terjadi perkosaan kepada anak panti di tenda.

Diluar bencana saja, bantuan Panti sangat minim, memberi bantuan 2000/hari untuk makan saja sudah menjadi keprihatinan. Apalagi situasi bencana. Layanan pemerintah kepada panti yang terdampak Gempa sangat lamban di Nusa Tenggara Barat. Artinya antisipasi dan kondisi panti masih jauh dari tempat tempat penanganan Gempa lainnya.

Panti jauh dari perhatian, perlu penguatan program program pemerintah agar panti dapat segera bangkit. Adapun bantuan lebih pada empati dari panti panti se Indonesia, tapi sampai kapan. Karena mereka juga membutuhkan.

Kekerasan seksual yang terjadi di panti, menunjukkan respon darurat untuk panti belum ada, dibanding tempat tempat lainnya. Memang panti berada di ruang sendiri dalam membina dan mengasuh anak anak yang terlepas dari masyarakat. Namun jangan menjadi alasan tahap pemulihan dan pembangunan tidak memberi akses panti.

Data BNPB juga tidak memperlihatkan Panti menjadi bagian yang mendapat musibah, karena sampai sekarang tidak ditampilkan data mereka. Sedih sekali tentunya, Untuk itu kami meminta dengan sangat pemerintah segera memperhatikan Panti, Ini sangat memilukan, panti yang notabene anak anak yatim, yatim karena terlepas dari pengasuhan, kehilangan orang tua, berada diluar keluarga, menjadi korban memilukan.

“Kami meminta Komisi VIII dan KPAI segera melakukan langkah langkah cepat, pengawasan, sebagai lembaga tinggi Negara yang mempunyai mitra mitra yang sangat berhubungan untuk bantuan Panti. Perlu langkah cepat berbagai pihak dalam peduli kepada anak anak yang hidup dipanti, dan segera membangun panti yang roboh, agar anak anak panti tidak lagi menjadi korban kekerasan ditengah Gempa ini. Ayo lindungi anak Panti,” ungkapnya.

Sejak Gempa pertama panti panti se Indonesia mencoba mengumpulkan yang mereka mampu. Seperti logistik, tenda, medis, penguatan spiritual. Saat ini anak anak panti membutuhkan alat sekolah, tempat tinggal sementara, perlatan sehari hari dan bantuan pembangunan kembali panti yang roboh. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here