Facebook Bangun Pusat Data Pertama di Asia

64

SINGAPURA (Lumennews.id) – Raksasa media sosial Facebook pada Kamis (6/9) mengumumkan akan mengalirkan lebih dari 1,4 miliar dolar Singapura untuk membangun pusat data pertamanya di Asia. Pusat data tersebut diperkirakan bisa beroperasi pada 2022.

Dilansir dari Channel News Asia, pusat data Facebook nantinya akan dibangun pada lahan  seluas 170.000 meter persegi dan akan mendukung ratusan pekerjaan. Wakil presiden untuk Pusat Data Infrastruktur di Facebook, Thomas Furlong, mengatakan proyek baru akan menciptakan ribuan pekerjaan konstruksi.

Fasilitas itu juka akan memerlukan ratusan operator mulai dari pemeliharaan jaringan hingga staf logistik. Mengingat itu adalah proyek jangka panjang, perusahaan masih bekerja memenuhi kebutuhan stafnya.

Pusat data Facebook ini juga disebut-sebut hiper-efisien dalam hal penggunaan air, energi dan tanah. Misalnya, ia akan menggabungkan teknologi pendingin cair yang akan meminimalkan konsumsi air dan daya dan, menurut pengujiannya, dapat mengurangi jumlah air tanah yang digunakan oleh 20 persen dalam iklim seperti Singapura, katanya.

Contoh lain adalah bagaimana fasad gedung 11 lantai terbuat dari bahan ringan berlubang yang memungkinkan aliran udara. Membangun pusat data ke atas, bukan ke luar, juga merupakan cara lain untuk melestarikan penggunaan lahan, tambahnya. Lebih lanjut Thomas Furlong mengatakan pusat data diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2022. Namun,  itu hanya akan menjadi fase pertama aarena akan dilanjutkan dengan proyek selanjutnya.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing, yang menghadiri acara peluncuran itu, mengatakan keputusan raksasa media sosial Facebook untuk menempatkan pusat data Asia pertamanya di sini adalah tonggak penting bagi negara itu. Kehadiran perusahaan tersebut dipandang sebagai bagaimana Singapura semakin terhubung dengan dunia di luar mode tradisional udara, darat dan laut.

“Fasilitas baru ini juga akan memperkuat peran negara dalam penyimpanan data, yang akan menambah kekuatan lainnya dalam perlindungan data, kekayaan intelektual, keamanan data dan analitik data,” kata Chan. (Rep/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here