Pakar ICMI Sebut Demokrasi Era Jokowi Kacau Balau

944
Logo ICMI.

JAKARTA (Lumennews.id) – Persekusi terhadap tagar 2019gantipresiden melebar ke ustad-ustad dan tokoh-tokoh, tapi aparat melakukan pembiaran bahkan ikut persekusi warga yang pakai tagar tersebut dengan mencopot paksa, sehingga warga tanpa baju dan merobek-robeknya didepan umum.

Dewan Pakar ICMI Pusat, Anton Tabah Digdoyo mengatakan, rakyat terkaget-kaget dengan adanya kelompok yang justru tidak demokratis, seperti melarang tagar 2019Gantipresiden mengancam, melarang, menghadang, melakukan persekusi-persekusi dalam berbagai bentuk terhadap tokoh-tokoh dan ustad-ustad, serta dengan mudahnya memakai alasan radikal memecah belah, makar dan sebagainya.

“Hiruk pikuk kekacauan demokrasi terjadi di era rezim Jokowi, sudah tampak dari awal rezim dengan melempar ide-ide tak sesuai dengan jiwa filosofi bangsa yang sangat religius,” ungkap Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat ini.

Anton memandang awalnya mungkin dianggap sepele, seperti mau menghapus doa secara Islam, jilbab, kurikulum agama di sekolah-sekolah, mau menghapus kolom agama di KTP, mau menghidupkan PKI, bahkan telah menjalin kerjasama dengan Partai Komunis Cina (PKC), yang tegas dilarang oleh UU KUHP Pasal 107e yo UU nomor 27/1999 dengan ancaman pidananya cukup berat 15 tahun penjara. Kini malah menswiping warga yang memakai atribut 2019gantipresiden, tapi melarang swiping atribut PKI yang sangat bertentangan dengan UU dan KUHP.

“Polisi itu penegak hukum bukan penegak maunya kelompok-kelompok warga. Kalau polisi ikuti maunya kelompok-kelompok warga, pasti kacau balau dan polisi akan hancur sendiri. Apa salah ustad-ustad dan tokoh-tokoh tersebut, dilarang ceramah, dilarang tagar gantipresiden? Ikuti saja UU pasti selamat dan enjoy karena ada kepastian dan keadilan hukum,” paparnya.

Menurut Anton, kegaduhan di Indonesia saat ini karena leadership yang tidak baik, menafsirkan UU semaunya makin jelas ke otoriter. “Benar-benar demokrasi rezim ini kacau balau,” tandas Mantan Jenderal Polri tersebut. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here