Pemanggilan Airlangga Oleh KPK Diprediksi Bakal Memecah Suara Partai

90
Gedung KPK (Ist)

JAKARTA (Lumennews.id) – Sejumlah pihak mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Ketua Umum Partai Golkar Airlangga hartarto untuk dimintai keterangannnya terkait dengan kasus suap PLTU Riau -1.

“Pemanggilan ini positif sebagai upaya menemukan titik terang soal dugaan dana ke Munaslub. Biar clear semuanya dan Golkar tak terbebani,” kata Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta Adi Prayitno, Senin, (3/9).

Menurutnya, dugaan aliran suap proyek PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar bisa langsung diklarifikasi oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang selaku Ketua OC (Organizing Committee) Munaslub 2017 dan Nurdin Halid selaku Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar 2017.

Namun demikia, lanjut Adi, pemanggilan elite Golkar oleh KPK tidak membuat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin turun pada Pilpres 2019 mendatang.

Dia menilai, pemanggilan elite Golkar tersebut setidaknya memecah konsentrasi kepada dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Antara all out di Pilpres dukung Jokowi atau recovery membangun citra Golkar karena kasus korupsi Setnov dan Idrus terjadi berdekatan,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK memastikan bakal memanggil sejumlah elite Partai Golkar untuk diperiksa kasus dugaan suap PLTU Riau-I. Para elite Golkar itu akan dikonfirmasi terkait adalanya aliran suap proyek PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak membantah elite Golkar yang bakal masuk dalam daftar agenda pemeriksaan antara lain Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang selaku Ketua OC (Organizing Committee) Munaslub 2017 dan Nurdin Halid selaku Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar 2017.

“Ya tentu saja (akan diperiksa), itu nanti akan dilihat oleh penyidik apakah keterangan yang terlibat di Munaslub ada relevansinya dengan perkara yang ditangani,” kata Alex di sela-sela lokakarya bersama media, di Pulau Ayer, Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Alex, penyidik memiliki alasan kuat dalam memanggil seseorang menjadi saksi. Terpenting, saksi yang dipanggil memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

“Kalau dinilai bahwa ada korelasinya memanggil dan tidak hanya keterangan satu dua orang tapi alat bukti cukup ya akan kita panggil juga,” ujar dia.

Untuk itu, Alex berharap agar Idrus bisa terbuka dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus suap proyek bernilai USD900 juta tersebut. Kejujuran Idrus dibutuhkan agar kasus suap proyek milik perusahaan plat merah ini menjadi terang.

“Lebih baik yang bersangkutan terbuka, kooperatif mengungkapkan kalau memang ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat,” ujarnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here