Pertamina Operasi Pasar Elpiji Tiga Kilogram

66

BANJARMASIN (Lumennews.id) – PT Pertamina Kalimantan Selatan menggelar operasi pasar elpiji tiga kilogram untuk memenuhi kebutuhan komoditas bersubsidi itu. Harga gas tiga kilogram mengalami kenaikan yang signifikan di wilayah tersebut.

Kepala Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan Saibani mengatakan, operasi pasar akan dilaksanakan selama 12 hari. Operasi pasar dilakukan di tiga daerah, yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura.

“Operasi pasar yang kami laksanakan sejak hari ini, Senin (2/9), sebagai upaya Pertamina untuk menjawab adanya berita tentang kelangkaan gas elpiji,” katanya.

Khusus di Banjarmasin, operasi pasar antara lain dilaksanakan di Pasar Lama, Alalak Tengah, Kuripan, Mantuil, Kebun Bunga dan beberapa titik lainnya bila diperlukan. Saibani memastikan, stok gas elpiji di Kalimantan Selatan mencukupi dan sangat banyak, bahkan sejak beberapa hari terakhir, penyaluran elpiji melebihi dengan target yang seharusnya.

Kebutuhan elpiji bersubsidi di Kalsel mencapai 350 metrik ton. Namun, sejak ada berita kelangkaan, distribusi ditambah menjadi 400-450 metrik ton per hari.

Persediaan elpiji di depo, hingga hari ini mencapai 1.450 metrik ton. Pada Selasa (3/9), akan kembali datang kapal pengangkut elpiji sebanyak 950 metrik ton ke Depo Pertamina.

“Artinya stok elpiji kita sangat banyak, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan panik,” katanya.

Saibani memperkirakan, berita kelangkaan terjadi, karena adanya stagnasi penyaluran dari pangkalan ke masyarakat. Akibat hal tersebut, harga elpiji ditingkat eceran menjadi tinggi.

Dia berharap, seluruh pangkalan mengutamakan penyaluran kepada masyarakat sekitar yang berhak menerima, dan tidak mengutamakan pelayanan kepada pelangsir.

Bila ada masyarakat melihat terjadinya kecurangan, kata dia, silahkan lapor kepada Hiswana Migas untuk ditindaklanjuti.

Sejak beberapa hari terakhir, harga gas elpiji tiga kilogram di tingkat eceran kembali melambung. Harga elpiji dari seharusnya hanya sekitar Rp 17.500 per tabung saat ini dijual hingga Rp 40 ribu. Warga berharap, seluruh pihak terkait, baik itu Pertamina, Hiswana Migas dan lainnya, mengatasi kondisi tersebut. (Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here