KKP Roadshow Makan Ikan di Beberapa Ponpes

108

JAKARTA (Lumennews.id) – Dalam rangka mengampanyekan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menyambangi beberapa pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Jawa Timur.

Setelah sebelumnya pada Jumat (2/11) menyambangi Pondok Pesantren Nurul Jadid di Probolinggo, Sabtu (3/11), Menteri Susi bersama rombongan mengunjungi Pesantren Al-Fattah Silahul Yaqin di Kabupaten Situbondo dan Pondok Pesantren Darussalam di Banyuwangi.

Tak berhenti di lokasi itu saja, Minggu (4/11) rombongan melanjutkan kegiatan di Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (S-PEAM) di Pasuruan.

Kegiatan utama di keempat lokasi sama, yaitu makan ikan bersama guna menumbuhkan minat generasi muda utamanya para santri untuk mengonsumsi ikan. Roadshow makan ikan di beberapa Ponpes ini juga dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya.

Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi antara KKP dengan Kumparan, BNI, dan Jatimnow, dan turut dihadiri Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kepolisian setempat.

Setelah makan ikan bersama di Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo sebelumnya berhasil tercatat dalam Rekor Muri pada kategori makan ikan dengan peserta terbanyak yaitu 12.110 santri, makan ikan di tiga lokasi lain juga diikuti cukup banyak santri.

Makan ikan di Ponpes Al Fattah Silahul Yaqin, Kabupaten Situbondo misalnya diikuti oleh lebih dari 3.000 santri dengan 1,5 ton bantuan ikan yang diberikan. Sementara itu, makan ikan di Ponpes Darussalam, Banyuwangi diikuti oleh 8.000 peserta dengan 3 ton bantuan ikan yang diberikan. Adapun di S-PEAM Pasuruan, makan ikan bersama diikuti oleh 2.000 santri dengan 1,2 ton bantuan ikan.

Dengan demikian, makan ikan bersama yang dilakukan dalam periode 2-4 November 2018 di Jawa Timur ini diikuti oleh lebih dari 25.000 santri dengan menyajikan lebih dari 10 ton ikan.

Menteri Susi mengatakan, Ponpes dipilih sebagai representasi dari generasi muda yang menjadi ujung tombak kemajuan bangsa. “Program Gemar Makan Ikan ini merupakan program pemerintah, untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, pintar dan punya kapasitas untuk bersaing dalam ekonomi global,” ungkapnya.

Menteri Susi mengungkapkan, selama ini konsumsi ikan masyarakat di Jawa Timur masih terbilang sangat rendah, yakni di bawah 20 kg per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata konsumsi ikan nasional saat ini yang mencapai 47 kg per kapita per tahun.

“Jatim dan Jateng konsumsi ikannya paling rendah. Padahal, ikan banyak mengandung omega yang penting buat perkembangan otak agar pintar. Kenapa memilih santri sebagai sasarannya? Karena dari data BPS, santri masih kurang makan ikan,” lanjutnya. (eng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here