Hotel Kelas Melati Tak Berizin Beroperasi di Bekasi Selatan

33

KOTA BEKASI (Lumennews.id) – Penduduk Kota Bekasi kian bertambah hari demi hari, perkembangan pembangunan pun kian berkembang dari segala sisi, mulai dari minimarket hingga apartemen dan hotel. Namun, geliat pembangunan pun semakin tak terkendali, bahkan bangunan seperti rumah kos dan hotel semakin tidak beraturan.

Seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan, Kelurahan Kayuringin Jaya. Bangunan yang dahulu direncanakan untuk rumah kos, kini berubah menjadi hotel kelas melati. Mirisnya, hotel terletak persis di depan sebuah lembaga pendidikan. Hotel yang diduga belum mengantongi izin tersebut berada di gang sebuah perumahan padat.

Saat di konfirmasi, Lurah Kayuringin Jaya Suryadi menjelaskan bahwa keberadaan hotel tersebut memang belum mengantongin izin. Namun pada kenyataannya hotel tersebut sudah beroperasi secara online di situsnya.

“Kami belum memberikan surat izin baik IMB atau surat izin lainnya kepada hotel itu,” kata Lurah Suryadi saat di konfirmasi melalui Wa, Rabu (4/11).

Suryadi menambahkan bahwa belum mengetahui tentang beroperasinya hotel yang di duga belum mengantongi izin tersebut. Diketahui, pada awalnya bangunan yang terletak dipemukiman padat penduduk tersebut akan dibangun rumah kos. Namun setelah beberapa lama terbengkalai, bangunan tersebut menjadi sebuah hotel diantara rumah-rumah di sekitarnya, bahkan di depan hotel tersebut adalah SMK BPSK 2 Kota Bekasi

“Informasinya hotel itu dibangun pada tahun 2016,” tambahnya.

Dari penuturan warga, aktifitas hotel tersebut sudah nampak setiap hari, hilir mudik kendaraan yang memasuki hotel tersebut menambah kuat dugaan pengoperasian hotel secara ilegal. Jika memang benar itu terjadi, maka Kota Bekasi akan mengalami kebocoran anggaran dan kecolongan.

“Banyak motor masuk juga, kadang ada juga mobil yang masuk,” kata warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada media.

Pemerintah Kota Bekasi diharapkan tanggap terhadap pembangunan yang sering kali menyalahi aturan. Pengawasan dan penindakan secara tegas dan nyata harus dilakukan agar kota Bekasi yang saat ini mengalami “Turbulensi” kata Walikota Bekasi dapat kembali pulih. (mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here